Asal-usul Covid-19, Epidemiolog Cina Minta Penyelidikan Beralih ke AS

Yu Xin, seorang perawat dari Rumah Sakit Pertama Universitas Kedokteran Dalian, tampak menangis saat upacara perpisahan di Rumah Sakit Leishenshan Wuhan di Wuhan, Hubei, Cina, 29 Maret 2020. Sebanyak 1.090 pekerja medis dari Liaoning, Shanghai, Jilin, Guangdong, Shanxi, dan Hebei meninggalkan RS darurat kedua yang dibangun untuk mengangani wabah virus corona. (Xinhua/Cai Yang)

TEMPO.CO, Jakarta - Ahli epidemiologi dari Cina, Zeng Guang, meminta Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam fase penyelidikan selanjutnya tentang asal usul Covid-19. Dia menanggapi sebuah penelitian terbaru yang menunjukkan penyakit infeksi virus corona itu bisa saja beredar di Amerika pada awal Desember 2019--sebelum merebak di Wuhan, Cina.

Menurut Guang, perhatian harus dialihkan ke Amerika Serikat, yang dinilainya lambat untuk memeriksa pada tahap awal wabah tersebut. Selain juga, Guang menyebut, Amerika merupakan rumah dari banyak laboratorium biologi. 

“Semua yang terkait senjata biologis yang dimiliki negara harus diawasi," ujar Guang yang juga menjadi bagian di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Cina, Rabu 16 Juni 2021.

Sebuah penelitian Institut Kesehatan Nasional (NIH) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), menunjukkan bahwa setidaknya ada tujuh orang di lima negara bagian terinfeksi SARS-CoV-2 beberapa minggu sebelum negara itu melaporkan kasus pertamanya secara resmi.

Penelitian itu dipublikasikan di Jurnal Clinical Infectious Diseases pada Selasa, 15 Juni 2021. Penelitian itu menjadi bagian dari studi jangka panjang yang disebut "All Of Us" yang berupaya melacak satu juta orang Amerika untuk mempelajari kesehatannya dan menganalisis sampel darah dari 24.000 orang Amerika yang diambil awal tahun lalu.

Hasil studi lain yang dilakukan bersama antara Cina dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diterbitkan pada Maret 2021, menyebutkan bahwa Covid-19 kemungkinan besar berasal dari perdagangan satwa liar di Cina. “Dengan virus masuk ke manusia dari kelelawar melalui spesies perantara,” tulis penelitian itu.

Mengomentari studi terbaru di Amerika, juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian mengatakan bahwa telah semakin jelas wabah Covid-19 memiliki banyak wilayah di mana virusnya berasal “Artinya, negara-negara lain harus bekerja sama dengan WHO,” katanya.

Asal usul pandemi telah menjadi sumber ketegangan politik antara Cina dan Amerika, dengan banyak fokus baru-baru ini pada Institut Virologi Wuhan (WIV). Cina telah dikritik karena kurangnya transparansi dalam mengungkapkan data tentang kasus-kasus awal serta virus yang dipelajari di WIV. Sebuah laporan oleh laboratorium nasional pemerintah Amerika bahkan menyimpulkan bahwa masuk akal bahwa virus tersebut telah bocor dari laboratorium Wuhan.

Namun, sebuah studi yang lain lagi telah meningkatkan kemungkinan bahwa Covid-19 sudah beredar di Eropa pada awal September 2019. “Tapi ini tidak berarti itu tidak berasal dari Cina, di mana banyak virus corona mirip SARS telah ditemukan di negara tersebut, di alam liar,” tutur para penelitinya.

REUTERS | GLOBAL TIMES | WALL STREET JOURNAL

Baca juga:
WHO Minta Studi yang Temukan Covid-19 di Italia Sebelum Wuhan Diuji Ulang






Hindari Stigma, WHO Gunakan Mpox daripada Monkeypox

1 jam lalu

Hindari Stigma, WHO Gunakan Mpox daripada Monkeypox

WHO meluncurkan proses konsultasi publik untuk menemukan nama baru bagi monkeypox atau cacar monyet awal tahun ini


Sembuh dari Covid-19, Putri Candrawathi Hadir Langsung di Sidang Hari Ini

2 jam lalu

Sembuh dari Covid-19, Putri Candrawathi Hadir Langsung di Sidang Hari Ini

Putri Candrawathi tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sekitar pukul 8.35 WIB. Ia kembali hadir di persidangan setelah sembuh dari Covid-19


Protes di China Menyebar ke Kampus dan Kota di Luar Negeri

3 jam lalu

Protes di China Menyebar ke Kampus dan Kota di Luar Negeri

Pembangkang ekspatriat dan mahasiswa China di luar negeri melakukan protes di kota-kota di seluruh dunia termasuk London, Paris, Tokyo, dan Sydney.


Kertas Kosong, Simbol Pembangkangan dalam Protes COVID-19 di China

17 jam lalu

Kertas Kosong, Simbol Pembangkangan dalam Protes COVID-19 di China

Pengunjuk rasa China menggunakan lembaran kertas kosong untuk mengungkapkan kemarahan mereka atas pembatasan COVID-19


Shanghai Memperketat Pengamanan setelah Protes Antipembatasan Covid-19

19 jam lalu

Shanghai Memperketat Pengamanan setelah Protes Antipembatasan Covid-19

Tidak ada tanda-tanda protes baru antipembatasan Covid-19 pada hari Senin di Beijing atau Shanghai, China.


Longsor di Italia Renggut 7 Korban, di Kamerun Sebabkan 14 Tewas

21 jam lalu

Longsor di Italia Renggut 7 Korban, di Kamerun Sebabkan 14 Tewas

Tujuh orang, termasuk bayi baru lahir dan dua anak, tewas di pulau Ischia, Italia, akibat longsor, sedangkan di Kamerun bencana ini tewaskan 14 korban


Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

22 jam lalu

Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

China mencatat rekor infeksi Covid-19 tertinggi lagi setelah protes akhir pekan di seluruh negeri atas pembatasan kegiatan masyarakat.


Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

23 jam lalu

Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

Kantor berita nasional Inggris, BBC, menyatakan polisi China telah menyerang dan menahan salah satu jurnalisnya saat meliput protes di Shanghai.


Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

1 hari lalu

Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

Ratusan pengunjuk rasa anti=pembatasan Covid dan polisi bentrok di Shanghai, bahkan muncul teriakan turunkan Partai Komunis China, turunkan Xi Jinping


Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

1 hari lalu

Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

Foxconn mengaku kapasitas produksi iPhone 14 Pro dan Pro Max tak berubah menjelang musim liburan akhir tahun ini. Meski 20 ribu pekerjanya pergi.