Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bedah Data SIM Card yang Bocor: Satu NIK Bisa Seribu Nomor

image-gnews
Ilustrasi - Kartu SIM (Subscriber Identity Module) atau SIM Card ponsel. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/Spt. (ANTARA FOTO/PRASETYO UTOMO)
Ilustrasi - Kartu SIM (Subscriber Identity Module) atau SIM Card ponsel. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/Spt. (ANTARA FOTO/PRASETYO UTOMO)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, memastikan heboh data Kartu Subscriber Identity Module (SIM Card) telepon Indonesia yang bocor bukan isapan jempol. Data yang ditemukan berusaha diperjualbelikan seharga 50 ribu dolar AS itu otentik dan bahkan masih aktif.

Vaksincom menguji secara acak dari antara 2 juta sampel data itu yang sengaja dibukakan aksesnya oleh si penjual. Data itu terdiri dari NIK, Nomor Telepon, provider, dan tanggal pendaftaran. Seluruhnya diketahui didapatkan pada Agustus tahun lalu. 

Alfons menuturkan, data sampel yang diberikan secara gratis memiliki detail, nama file (phone2Monly.csv), ukuran (143,2 MB) dan database dari 2 juta pendaftaran kartu SIM. Dia lalu memberi analisa bahwa penjual mengklaim seluruh data berukuran 87 GB (87.000 MB) dalam format CSV (Comma Separated Value) dan mengandung 1,3 miliar database.

Menurut Alfons, dengan asumsi ukuran data adalah text yang tidak akan jauh berbeda, maka berdasarkan ukuran sampel data yang dibagikan, bisa diperkirakan data sebesar 87 GB itu memuat 1.215.083.799 database. "Dapat disimpulkan angka 1,3 miliar data registrasi SIM yang diklaim cukup masuk akal dengan toleransi perbedaan data kurang lebih 10 persen," katanya dalam keterangan tertulis. 

Klaim data 1,3 miliar versus data pengguna aktif 300 juta

Alfons juga menuturkan kalau angka 1,3 miliar terdengar berlebihan jika dibandingkan dengan jumlah kartu SIM aktif di Indonesia yang aktif adalah sekitar 300 juta. Satu-satunya cara untuk memastikannya, kata Alfons, adalah masuk ke data dimaksud dan menganalisa lebih jauh.

Karena sampel yang diberikan berisi 2 juta database dan program spreadsheet hanya mampu mengelola 1 juta database, maka Vaksincom menganalisa 1 juta data yang bisa dibuka oleh Microsoft Excel. Ia memperlihatkan sebaran datanya, Excelcom (77.840 atau 7,42 persen), Tri (50.496 atau 4,82 persen), Indosat (137.458 atau 13,11 persen), Fren (17.600 atau 1,68 persen), Telkomsel (765.181 atau 72,97 persen).

Tangkapan layar jual beli data 1,3 miliar kartu SIM telepon Indonesia. FOTO/Twitter

Setelah pengecekan dan penggunaan beberapa rumus simpel di spreadsheet untuk mengelompokkan data, Vaksincom menemukan beberapa fakta menarik yang bisa menjawab selisih antara data aktif 300 juta dan klaim 1,3 miliar yang dimiliki si penjual.

“Ternyata diam-diam satu nomor NIK bisa digunakan untuk mendaftarkan kartu SIM lebih dari banyak dari aturan yang ditetapkan,” kata Alfons sambil menerangkan aturan Kominfo, setiap nomor NIK maksimal boleh digunakan untuk mendaftarkan 3 kartu SIM.

Satu NIK seribu kartu SIM

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jika dilihat dari bedah 1 juta sampel data, Alfons menerangkan, terlihat semua operator melanggar ketentuan itu. Ia memperlihatkan beberapa tangkapan layar dari berbagai operator yang memiliki pelanggan dengan 1 NIK untuk puluhan, bahkan ratusan dan ribuan kartu SIM.

Diantaranya, operator dengan awalan 62831 meloloskan registrasi 91 kartu SIM untuk 1 NIK. Operator lain juga mendaftarkan 1.287 kartu SIM untuk satu NIK dengan nomor 73160547****. Dan mendaftarkan NIK dengan nomor 3215236*** untuk registrasi 1.368 kartu SIM, operatornya lain lagi.

“Perhitungan kasarnya, jika 1 NIK digunakan untuk mendaftarkan 5 kartu SIM saja, maka registrasi oleh 300 juta pengguna aktif bisa lebih dari 1,5 miliar," katanya.  

Ungkap fakta di balik teror telepon dan SMS penipuan

Data itu, Alfons menjelaskan, membuka fakta lainnya yakni menjawab soal ramai SMS berisi spam, telepon penipuan, teror debt collector, pinjol dan telemarketer, tampaknya bedah data di atas bisa menjadi jawaban.

Alfons menduga, para pelaku kegiatan tersebut bisa terus tanpa henti menjalankan operasinya karena mudahnya berganti-ganti nomor telepon. Secara tidak langsung praktek setengah tutup mata yang dilakukan oleh semua operator seluler ini mendukung aktivitas kriminal.

“Dan yang memprihatinkan, hal ini didiamkan oleh otoritas pengawas yang ketika data registrasi kartu SIM bocor malah berlomba lepas tangan dan menyalahkan masyarakat karena tidak melindungi NIK dengan baik,” kata Alfons.


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menumpuk Akibat Gangguan Server Pusat Data Nasional

3 jam lalu

Calon penumpang pesawat memindai paspor dan pengenalan wajah di pintu otomatis (autogate) pemeriksaan imigrasi, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 3 Januari 2024. Direktorat Jenderal Imigrasi Bandara Soekarno Hatta meresmikan 68 autogate baru di Terminal 3, dan 10 autogate baru di Terminal 2 untuk mempermudah dan memperketat layanan pemeriksaan imigrasi bagi penumpang. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddi
Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menumpuk Akibat Gangguan Server Pusat Data Nasional

Calon penumpang penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menumpuk di sejumlah check in counter pada pemeriksaan imigrasi.


Sistem Pusat Data Nasional Kominfo Down, Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Dilakukan Manual

3 jam lalu

Antrian panjang di Bandara Soekarno Hatta akibat gangguan server imigrasi. FOTO/istimewa
Sistem Pusat Data Nasional Kominfo Down, Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Dilakukan Manual

Layanan imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta mengalami gangguan imbas dari gangguan pada Pusat Data Nasional Kementerian Kominfo.


Layanan Keimigrasian di Bandara dan Pelabuhan Alami Gangguan, Tetap Layani Perlintasan dan Permohonan Paspor

3 jam lalu

Antrian panjang di Bandara Soekarno Hatta akibat gangguan server imigrasi. FOTO/istimewa
Layanan Keimigrasian di Bandara dan Pelabuhan Alami Gangguan, Tetap Layani Perlintasan dan Permohonan Paspor

Layanan keimigrasian serta tempat pemeriksaan imigrasi di bandara dan pelabuhan mengalami kendala.


Sederet Risiko Jika Tidak Memadankan NIK dan NPWP

6 jam lalu

Cara buat NPWP online cukup mudah, cepat, dan praktis, tanpa perlu datang ke kantor. Persiapkan saja persyaratan dan ini langkah-langkahnya. Foto: Flickr
Sederet Risiko Jika Tidak Memadankan NIK dan NPWP

Sederet risiko yang bakal ditanggung wajib pajak bila tidak segera memadankan NIK dan NPWP.


Kembalikan Uang Suap Proyek BTS Rp 40 Miliar, Achsanul Qosasi Divonis Setengah dari Tuntutan Jaksa

6 jam lalu

Terdakwa kasus korupsi pengadaan infrastruktur BTS 4G BAKTI Kominfo Achsanul Qosasi berjalan keluar ruangan usai menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2024. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung menuntut mantan anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu lima tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Kembalikan Uang Suap Proyek BTS Rp 40 Miliar, Achsanul Qosasi Divonis Setengah dari Tuntutan Jaksa

Majelis hakim memvonis Achsanul Qosasi 2,5 tahun penjara dari tuntutan jaksa 5 tahun penjara karena telah mengembalikan uang suap Rp 40 miliar.


Sadikin Rusli Divonis 2,5 Tahun Penjara dalam Perkara Suap BTS 4G kepada Achsanul Qosasi

9 jam lalu

Penangkapan Sadikin Rusli atau SR di kediamannya di Manyar Kertoarjo 8/85 RT 4/RW 11, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sadikin ditangkap karena menerima uang Rp 40 mliar dan diduga disalurkan ke Badan Pengawas Keuangan (BPK) dalam upaya penutupan kasus Korupsi BTS 4G Bakti Kominfo. Minggu, 15 Oktober 2023. Foto Kejaksaan Agung
Sadikin Rusli Divonis 2,5 Tahun Penjara dalam Perkara Suap BTS 4G kepada Achsanul Qosasi

Hukuman penjara Sadikin Rusli sama dengan Achsanul Qosasi.


Dinyatakan Dalam Pengawasan Kominfo, Amankah Mengakses Situs Ela Elo?

10 jam lalu

elaelo. id. FOTO/Instagram/elaelo.id
Dinyatakan Dalam Pengawasan Kominfo, Amankah Mengakses Situs Ela Elo?

Saat membuka website Ela Elo, di bagian bawahnya terlihat tulisan "Dalam Pengawasan Kominfo".


Elaelo: Imbauan dari SAFEnet hingga Domain yang tidak Aman

11 jam lalu

Tampilan web Elaelo sebelum resmi diluncurkan. FOTO/elaelo.id/
Elaelo: Imbauan dari SAFEnet hingga Domain yang tidak Aman

Elaelo ini menjadi sorotan, bahkan viral di media sosial karena sempat beredar itu buatan Kominfo, namun kabar itu dibantah


Fakta-fakta Kominfo Sikat Judi Online, Selanjutnya Pinjol

12 jam lalu

Ilustrasi Judi Online (Tempo)
Fakta-fakta Kominfo Sikat Judi Online, Selanjutnya Pinjol

Budi mengungkapkan judi online dan pinjaman onlie atau pinjol tersebut saling berkaitan ibarat saudara kandung kakak dan adik yang tidak ada putusnya.


Situs Elaelo Cabut Label Kominfo, Diganti Menjadi Democracy Fighters

1 hari lalu

Tampilan web Elaelo sebelum resmi diluncurkan. FOTO/elaelo.id/
Situs Elaelo Cabut Label Kominfo, Diganti Menjadi Democracy Fighters

Label bagian bawah situs yang awalnya ditulis Under Construction by Kominfo diganti menjadi Under Construction by Democracy Fighters.