Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Studi University College London: Kecanduan Internet Merusak Psikis, Fisik dan Otak Remaja

Reporter

Editor

Abdul Manan

image-gnews
Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)
Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, JakartaRemaja yang bergulat dengan kecanduan internet menghadapi perubahan signifikan pada fungsi otaknya. Hal itu dapat memicu perilaku kecanduan dan menjadi tantangan tersendiri dalam perkembangannya lebih lanjut.

Sebuah studi yang dilakukan peneliti University College London (UCL), yang dilansir di earth.com, menjelaskan dampak penggunaan internet yang berlebihan terhadap pikiran anak muda, khususnya mereka yang berusia antara 10 dan 19 tahun.

Penelitian ini berlangsung selama satu dekade, dari tahun 2013 hingga 2023. Mereka menyoroti secara mendalam temuan dari 12 artikel yang secara kolektif meneliti 237 remaja yang secara resmi didiagnosis menderita kecanduan internet.

Kecanduan internet, yang ditandai dengan dorongan tak terkendali untuk berinteraksi secara online meskipun memiliki konsekuensi buruk, dapat mengganggu kesejahteraan psikologis seseorang dan mengganggu kehidupan sosial, akademis, dan profesionalnya.

Dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI), para peneliti mengamati konektivitas fungsional otak, baik saat istirahat maupun saat melakukan tugas.

Para ahli memperhatikan pola peningkatan dan penurunan aktivitas di jaringan mode default, yang aktif selama istirahat. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat penurunan signifikan dalam konektivitas dalam jaringan kendali eksekutif, yang sangat penting untuk pemikiran aktif dan pengambilan keputusan.

Perubahan neurologis ini dapat bermanifestasi sebagai perilaku adiktif dan penurunan berbagai aspek kemampuan kognitif dan fisik, termasuk kapasitas intelektual, koordinasi, kesehatan mental, dan perkembangan secara keseluruhan.

"Masa remaja adalah tahap perkembangan yang penting. Kerentanan otak terhadap dorongan yang berhubungan dengan internet selama periode ini seperti mengklik mouse atau mengkonsumsi media tanpa henti dapat menimbulkan konsekuensi yang mengerikan," kata Max Chang, penulis utama dari studi ini dan mahasiswa MSc di UCL Great Ormond Street Institute for Child Health.

Chang menyoroti beberapa potensi dampak perilaku dan perkembangan pada remaja, seperti kesulitan dalam menjaga hubungan sosial, ketidakjujuran dalam aktivitas online, dan gangguan pola makan dan tidur yang normal.

Dengan meningkatnya ketersediaan ponsel pintar dan laptop, kecanduan internet menjadi masalah yang berkembang di seluruh dunia. Di Inggris saja, tiap orang menghabiskan rata-rata lebih dari 24 jam online setiap minggunya. Banyak dari mereka yang mengakui bahwa mereka menggunakan internet secara kompulsif.

Selain itu, laporan Ofcom menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari 50 juta pengguna internet di Inggris menganggap kebiasaan online mereka berdampak buruk pada kehidupan pribadinya. Sering kali hal itu menyebabkan keterlambatan atau pengabaian tanggung jawab.

"Meskipun internet menawarkan manfaat yang tidak dapat disangkal, namun hal ini menjadi masalah ketika mulai mengganggu rutinitas kita sehari-hari," kata penulis senior dalam studi ini, Irene Lee.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Irene merekomendasikan agar remaja menerapkan batasan yang masuk akal dalam penggunaan internet mereka dan mendapatkan informasi tentang dampak psikologis dan sosial dari keterlibatan online yang berlebihan.

Max Chang optimis implikasi temuan mereka dalam mengobati dan mencegah kecanduan internet. "Penelitian kami dapat membantu dokter lebih memahami dan mengatasi kecanduan internet pada remaja," katanya.

Perawatan mungkin menargetkan wilayah otak tertentu atau melibatkan psikoterapi dan terapi keluarga untuk mengatasi gejala mendasar dari kecanduan internet.

Selain itu, mendidik orang tua tentang tanda-tanda ketergantungan digital dapat menjadi langkah pencegahan yang penting, membantu mereka mengelola waktu pemakaian perangkat dan perilaku impulsif anak-anaknya dengan lebih efektif.

Studi ini tidak hanya menyoroti perubahan mendasar pada otak yang disebabkan oleh kecanduan internet, tetapi juga menggarisbawahi perlunya tindakan proaktif untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan dan perkembangan remaja.

Kecanduan internet pada remaja tidak hanya mencakup perubahan fungsi otak. Hal ini juga dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, menyebabkan peningkatan kecemasan, depresi, dan isolasi sosial.

Menurut studi ini, remaja mungkin mengalami prestasi akademis yang buruk karena waktu menatap layar yang berlebihan sehingga mengganggu kebiasaan belajar dan fokusnya. Kecanduan ini seringkali mengganggu pola tidur sehingga menyebabkan kelelahan dan sulit berkonsentrasi di siang hari.

Kesehatan fisik juga dapat terganggu, dengan peningkatan risiko obesitas dan kondisi terkait akibat perilaku kurang gerak karena terlalu banyak bermain internet. Selain itu, penggunaan internet yang berlebihan dapat menghambat pengembangan keterampilan sosial yang penting, sehingga mempersulit remaja untuk terlibat dalam interaksi tatap muka.

Perundungan di dunia maya dan paparan konten yang tidak pantas juga merupakan kekhawatiran yang signifikan. Ini berpotensi menyebabkan tekanan emosional dan persepsi yang tidak tepat terhadap kenyataan.

Secara keseluruhan, tulis studi itu, kecanduan internet dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, berdampak pada perkembangan dan kesejahteraan remaja secara holistik. Sehingga perlu tindakan proaktif untuk memastikan penggunaan internet yang seimbang dan sehat.

Pilihan Editor: Cara Startup Milik Mahasiswa ITS Menyulap Tumbuhan Mikroalga jadi Pembersih Udara

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Anak Polisi Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi dalam Kasus Hamili Siswi SMP

3 jam lalu

Ilustrasi kekerasan seksual. Freepik.com
Anak Polisi Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi dalam Kasus Hamili Siswi SMP

Polres Metro Bekasi menyelidiki kasus dugaan tindak pidana perlindungan anak. Terlapor adalah seorang remaja anak anggota polisi.


Peneliti Ungkap Gangguan Mental Bisa Menyebar di Antara Kelompok Remaja

21 hari lalu

Ilustrasi remaja (pixabay.com)
Peneliti Ungkap Gangguan Mental Bisa Menyebar di Antara Kelompok Remaja

Peneliti mengatakan gangguan mental dapat ditularkan di antara kelompok sosial remaja, terutama yang terkait suasana hati, kecemasan, pola makan.


Sering Dapat Informasi Keliru Bikin Remaja Kurang Paham Kesehatan Seksual

22 hari lalu

Ilustrasi remaja perempuan sedang melihat gawai. (Unsplash/Luke Porter)
Sering Dapat Informasi Keliru Bikin Remaja Kurang Paham Kesehatan Seksual

Remaja kerap menjadi korban misinformasi yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Ini akibatnya.


Pengaruh Stres pada Kenaikan Risiko Psoriasis pada Laki-laki

22 hari lalu

Ilustrasi Pria Stres (pixabay.com)
Pengaruh Stres pada Kenaikan Risiko Psoriasis pada Laki-laki

Peneliti menemukan ketahanan stres yang lebih rendah pada masa remaja merupakan faktor risiko potensial untuk psoriasis, setidaknya bagi laki-laki


Polres Jakarta Pusat Tangkap 6 Remaja Tawuran di Pasar Baru, Bawa Senjata Tajam dan Stik Golf

23 hari lalu

Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;
Polres Jakarta Pusat Tangkap 6 Remaja Tawuran di Pasar Baru, Bawa Senjata Tajam dan Stik Golf

Tim patroli Polres Jakarta Pusat menangkap 6 remaja yang sedang tawuran di Jalan Pasar Baru, sawah Besar.


Lagi, Tawuran Remaja Sebabkan Korban Jiwa di Tangerang Selatan

24 hari lalu

Tempat Kejadian Perkara (TKP) tawuran remaja yang menewaskan seorang pelajar asal Kota Tangerang pada Kamis 23 Mei 2024 malam. TEMPO/Muhammad Iqbal
Lagi, Tawuran Remaja Sebabkan Korban Jiwa di Tangerang Selatan

Dua kelompok remaja terlibat tawuran di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Satu pelajar SMP meregang nyawa akibat insiden ini.


Polisi Tangkap 4 Remaja Beserta 5 Senjata Tajam di Jakarta Timur Diduga Hendak Tawuran

24 hari lalu

Polres Metro Jakarta Timur gagalkan 4 remaja yang hendak melakukan tawuran. Doc: Polres Metro Jakarta Timur.
Polisi Tangkap 4 Remaja Beserta 5 Senjata Tajam di Jakarta Timur Diduga Hendak Tawuran

Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap 4 remaja beserta dan 5 celurit dan corbek yang diduga akan melakukan tawuran.


Tangkap 6 Remaja Pelaku Tawuran, Kapolres Jakarta Pusat: Sayangi Nyawa Anak-anak Kita

24 hari lalu

Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menangkap enam remaja yang hendak tawuran di wilayah Jalan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2024, sekitar pukul 04.50 WIB. Polisi menyita alat bukti berupa senjata tajam dan stik golf. Dok. Humas Polres Jakarta Pusat
Tangkap 6 Remaja Pelaku Tawuran, Kapolres Jakarta Pusat: Sayangi Nyawa Anak-anak Kita

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap enam remaja yang hendak tawuran. Gerombolan anak muda itu membawa senjata tajam.


Penumpang Singapore Airlines Tewas, Studi Ungkap Turbulensi Dapat Memburuk Seiring Perubahan Iklim

26 hari lalu

Interior pesawat Singapore Airlines penerbangan SQ321 digambarkan setelah pendaratan darurat di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, 21 Mei 2024. REUTERS/Stringer
Penumpang Singapore Airlines Tewas, Studi Ungkap Turbulensi Dapat Memburuk Seiring Perubahan Iklim

Semua jenis pesawat bisa terkena turbulensi, tapi dampak serta getaran yang dirasakan bisa berbeda-beda antara pesawat satu dan lainnya.


Skoliosis Banyak Ditemukan pada Remaja, Bagaimana Mengatasinya?

29 hari lalu

Skoliosis
Skoliosis Banyak Ditemukan pada Remaja, Bagaimana Mengatasinya?

Skoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang yang berbentuk huruf C atau S dan paling sering ditemukan pada usia remaja.