Senin, 22 Oktober 2018

Daftar 15 Sumber Potensi Gempa Besar di Indonesia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi. allvoices.com

    Ilustrasi gempa bumi. allvoices.com

    TEMPO.CO, Bandung -  Berbagai potensi gempa besar mengancam wilayah Indonesia dari Aceh sampai Papua. Sumbernya berada di daratan berupa sesar atau patahan, maupun di zona subduksi atau tumbukan dua lempeng kerak bumi di wilayah perairan atau samudera.

    Baca: Kontroversi Sesar Pemicu Gempa di Jakarta, Ini Kata Ahli ITB

    Baca: Penyebab Gempa Situbondo Masih Misterius

    Lindu, menurut pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung Masyhur Irsyam, disebabkan dua faktor. "Pergerakan sesar atau patahan serta aktivitas subduksi atau tumbukan dua lempeng kerak bumi," katanya Senin lalu di ITB.

    Sesar atau patahan umumnya berada di daratan pulau dan sebagian menerus ke laut. Adapun zona subduksi berada di perairan samudera.

    Berdasarkan data dari Peta dan Sumber Bahaya Gempa 2017, megathrust subduksi yang bisa membangkitkan tsunami dan menerjang pesisir di daratan pulau. Berikut daftarnya dari ujung barat Indonesia.

    1. Segmen Aceh - Andaman magnitude maksimum (Mmax) 8,9
    2. Segmen Nias - Simelue (Mmax=8,9)
    3. Segmen Batu (Mmax=8,2)
    4. Segmen Mentawai - Siberut (Mmax=8,7)
    5. Segmen Mentawai - Pagai (Mmax=8,9)
    6. Segmen Enggano (Mmax=8,8)
    7. Segmen Selat Sunda - Banten (Mmax=8,8)
    8. Segmen Jawa Barat selatan (Mmax=8,9)
    9. Segmen Jawa Tengah - Jawa Timur selatan (Mmax=8,9)
    10. Segmen Bali selatan (Mmax=9,0)
    11. Segmen Nusa Tenggara Barat selatan (Mmax=8,9)
    12. Segmen Nusa Tenggara Timur selatan (Mmax=8,7)
    13. Segmen Laut Banda Selatan (Mmax=7,4)
    14. Segmen Laut Banda Utara (Mmax=7,9)
    15. Segmen Utara Sulawesi (Mmax=8,2)

    Simak artikel lainnya tentang gempa di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.