Ilmuwan Ini Raih Penghargaan yang Pernah Diterima Stephen Hawking

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Professor Bernard Schutz. Kredit: Cardiff University

    Professor Bernard Schutz. Kredit: Cardiff University

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ilmuwan di Universitas Cardiff mendapat kehormatan karena penelitian luar biasa yang dilakukannya sejak 1986. Bernard Schutz, 72 tahun, akan menerima Eddington Medal yang bergengsi dari Royal Astronomical Society, penghargaan yang pernah diterima mendiang Stephen Hawking.

    Baca: Buktikan Teori Relativitas, Ilmuwan Ini Raih Blavatnik Award
    Baca: He Jianku, Ilmuwan Kontroversial Cina, Dikabarkan Dihukum Mati
    Baca: Ilmuwan UMM Bikin Benih Kentang Berkualitas Kualitas Tinggi

    Schutz yang saat ini bekerja di Fakultas Fisika dan Astronomi Universitas Cardiff, mendapatkan penghargaan tersebut atas penyelidikan luar biasa dalam astrofisika teoritis.

    "Dalam makalah tahun 1986, saya menulis bagaimana gelombang gravitasi dapat digunakan untuk mengukur laju ekspansi kosmik. Gelombang dari penggabungan dua bintang neutron atau lubang hitam adalah sirene standar yang membawa informasi tentang jaraknya ke Bumi," ujar Schutz, seperti dilansir Daily Mail, akhir pekan lalu.

    Teori Schutz disadari 30 tahun kemudian pada 2017 ketika gelombang gravitasi dan elektromagnetik terdeteksi oleh Laser Interferometer Gravitational Wave Observatory (LIGO). Dia akan menerima penghargaan pada Juli 2019 saat Pertemuan Astronomi Nasional di Universitas Lancaster.

    "Medali itu lebih dari sekadar pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan 30 tahun lalu," kata Schutz. "Kesenangan mencapai pengakuan ini adalah hadiah, karena mendedikasikan sebagian besar karir saya untuk mencapai tujuan membuka bidang astronomi gelombang gravitasi."

    Menurutnya, menerima medali 100 tahun setelah Eddington memberikan bukti penting tentang validitas teori Einstein menjadikannya suatu kehormatan yang istimewa baginya. "Pengamatan yang kami lakukan sejauh ini hanyalah permulaan," ujarnya.

    Schutz menjelaskan bahwa ketika detektor meningkat, dan saat pergi ke luar angkasa dengan misi Laser Interferometer Space Antenna Badan Antariksa Eropa, dia akan menggunakan alat itu untuk menjawab banyak pertanyaan tentang sejarah alam semesta.

    Simak artikel lainnya tentang ilmuwan yang meraih penghargaan hanya di kanal Tekno Tempo.co

    DAILY MAIL | BRINKWIRE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.