Diam-diam Perusahaan Chip AS Tetap Menjual Produk ke Huawei

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Huawei

    Logo Huawei

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perusahaan Amerika Serikat diam-diam tetap mengirimkan produk mereka ke perusahaan Cina termasuk Huawei, meski larangan Pemerintahan Presiden Trump untuk berbisnis dengan mereka belum dicabut.

    Baca juga: Bos Huawei: Android Bisa Kehilangan 700 Juta Pemakai, Jika...

    Laman New York Times, Senin, 25 Juni 2019, melaporkan pembuat chip Amerika masih menjual produk bernilai jutaan dolar ke Huawei. Menurut empat orang sumber, para pemimpin industri termasuk Intel dan Micron mengatasi pelarangan itu dengan tidak mencantumkan produk mereka sebagai buatan Amerika.

    Penjualan itu dikonfirmasi CEO Micron Technology, Sanjay Mehrotra, yang mengatakan, perusahaannya melanjutkan beberapa pengiriman ke Huawei setelah analisis penuh atas larangan AS. Dia juga mengatakan perusahaan "berhasil mengurangi sekitar 90% dampak dari tarif," menurut transkrip yang diberikan oleh FactSet setelah penutupan pasar saham, Selasa.

    Pengumuman ini langsung menaikkan harga saham perusahaan semikonduktor AS. Saham Micron MU, naik sebanyak 13,8% pada awal perdagangan Rabu.

    Menurut laman BBC, produsen chip dapat melakukan ini tanpa melanggar hukum karena larangan yang menjatuhkan sanksi hanya barang yang mengandung 25% atau lebih komponen yang bersumber dari AS. Itu juga tidak mempengaruhi barang-barang yang tidak diproduksi di AS atau barang-barang yang tidak berlabel "Buatan AS".

    Intel dan beberapa pemimpin pasar lainnya juga dilaporkan telah melanjutkan pengiriman produk ke Huawei.

    Sanjay Mehrotra memperingatkan investor bahwa ada "ketidakpastian yang berkelanjutan" sehubungan dengan kesulitan Huawei, sehingga mereka tidak dapat "memprediksi volume atau durasi" mereka akan dapat melanjutkan pengiriman produk ke Huawei.

    Dia menambahkan bahwa larangan Huawei memangkas pendapatan perusahaan 200 juta dolar AS pada kuartal ketiga fiskal yang berakhir pada 30 Mei karena raksasa Cina itu adalah klien terbesarnya. Larangan itu diperkirakan akan mempengaruhi lebih dari seribu perusahaan Amerika lain.

    Micron dulu memiliki merek penyimpanan Lexar sebelum diakuisisi oleh Longsys, sebuah perusahaan yang berbasis di Cina. Awal tahun ini, Micron mengumumkan kartu MicroSD 1TB pertama di dunia.

    Kisah Huawei-AS masih berlangsung dan merupakan bagian dari perang dagang antara AS dan Cina.

    NYTIMES | BBC | GIZMOCHINA | MARKETWATCH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.