Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Tentara Lumba-lumba Iran, Surili

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Replika lumba-lumba mata-mata dengan peralatannya di sebuah museum militer. Dikabarkan agen lumba-lumba di pangkalan Crimea akan dipergunakan oleh militer Rusia. Dailymail.co.uk

    Replika lumba-lumba mata-mata dengan peralatannya di sebuah museum militer. Dikabarkan agen lumba-lumba di pangkalan Crimea akan dipergunakan oleh militer Rusia. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Iran kini diduga mewarisi proyek militer Soviet yang merancang tentara lumba-lumba pembunuh. Mamalia itu bisa melakukan serangan bom bunuh diri alias kamikaze.

    Berita tekno populer lainnya tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) wilayah I Jawa Barat, memasang dua perangkap dan alat pendeteksi untuk menangkap surili yang berkeliaran di Desa Sukarharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Surili adalah jenis monyet endemik yang sudah langka dan pernah dijadikan maskot PON XIX pada 2016. 

    Selain itu banyak masyarakat mengidentikkan Hari Raya Tahun Baru Cina atau Imlek di Indonesia dengan hujan. BMKG pun memperkirakan Imlek pada 25 Januari mendatang berpotensi diwarnai hujan ringan hingga lebat di berbagai daerah di Indonesia.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Perang di Laut, Iran Punya Tentara Lumba-lumba Pembunuh?

    Replika lumba-lumba mata-mata dengan peralatannya di sebuah museum militer. Dikabarkan agen lumba-lumba di pangkalan Crimea akan dipergunakan oleh militer Rusia. Dailymail.co.uk

    Konflik dan ancaman perang Iran dan Amerika mengingatkan kembali ke sebuah masa di musim semi 2000, sekitar 20 tahun lalu. Saat itu seorang pria Rusia bernama Boris Zhurid melakukan sebuah penjualan atas sekawanan lumba-lumba. Ini bukan lumba-lumba biasa karena bertahun-tahun sebelumnya, Zhurid telah melatihnya untuk membunuh.

    Media BBC menyebut Zhurid melatih mamalia laut itu untuk kebutuhan militer Angkatan laut Uni Soviet. Sebanyak empat lumba-lumba dilatih mengidentifikasi dan menyergap penyelam ataupun kapal perang dan selam milik musuh dalam sebuah misi serangan bom atau ranjau bunuh diri alias kamikaze di bawah laut.

    Ketika pendanaan untuk proyek lumba-lumba pembunuh itu dihentikan--dan program ditransfer ke Angkatan Laut Ukraina--Zhurid membawa kawanan lumba-lumba nya ke dolphinarium pribadi di Semenanjung Crimea. Di sana lumba-lumba menjadi tontonan untuk turis hingga akhirnya Zhurid tidak mampu lagi memelihara kawanan lumba-lumbanya itu.

    2. Kerap di Atap Masjid, Surili Belum Berhasil Ditangkap

    Warga berhasil mengambil foto monyet langka surili yang terlihat berkeliaran di atap masjid di Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu 19 Januari 2020. (Ahmad Fikri/Ist.)

    Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) wilayah I Jawa Barat, memasang dua perangkap dan alat pendeteksi untuk menangkap surili yang berkeliaran di Desa Sukarharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Surili adalah jenis monyet endemik yang sudah langka dan pernah dijadikan maskot PON XIX pada 2016. 

    "Kami memasang dua perangkap di tempat yang kerap kali surili terlihat. Kami akan terus melakukan pencarian dan mengevakuasi primata langka endemik Jawa Barat itu," kata Kepala Seksi BBKSDA Wilayah II Bidang Wilayah I Jawa Barat, Nur Lestari di Cianjur, Senin 20 Januari 2020.

    Saat ini, Nur mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan di sejumlah tempat. Mereka hendak memastikan keberadaan surili yang beberapa hari lalu sempat terlihat berkeliaran di atas atap mesjid di desa setempat.

    3. Hujan pada Hari Imlek, Simak Prediksi BMKG Selengkapnya

    Sejumlah pengemis menggunakan payung dan jas hujan, untuk melindungi dirinya dari guyuran hujan demi mendapatkan sedekah, dari umat yang berdoa di malam tahun baru Imlek, Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Jakarta, 18 Februari 2015. Tempo/Fajar januarta

    Masyarakat kebanyakan mengidentikkan Hari Raya Tahun Baru Cina atau Imlek di Indonesia dengan hujan. Faktanya, hari raya ini memang selalu jatuh di musim hujan, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memperkirakan Imlek pada 25 Januari mendatang berpotensi diwarnai hujan ringan hingga lebat di berbagai daerah di Indonesia.

    Secara umum, potensi hujan sedang hingga lebat itu melingkupi daerah Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Lampung. Kemudian DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat-Selatan-Tengah. Selain itu Sulawesi Barat-Selatan-Tenggara, dan Papua.

    Sementara potensi hujan ringan pada 25 Januari 2020 ada di Aceh, Sumatera Utara dan Barat, Jambi, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara serta Papua Barat.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.