Peretas Menyusup ke Nintendo, 160 Ribu Akun Dibobol

Reporter

Pengunjung memainkan permainan Sonic Mania di Nintendo Switch dalam acara Paris Games Week (PGW) di Paris, Prancis, 25 Oktober 2018. REUTERS/Benoit Tessier

TEMPO.CO, JakartaNintendo menonaktifkan kemampuan akun untuk masuk melalui Nintendo Network ID (NNID) setelah adanya adanya peretasan. Sebanyak lebih dari 160 ribu akun disebut telah dibajak sejak awal bulan ini.

"ID masuk dan kata sandi diperoleh secara ilegal dengan cara selain layanan kami untuk mendapatkan akses ke akun," kata Nintendo seperti dikutip dari The Verge.

Nama panggilan, tanggal lahir, negara, dan alamat email kemungkinan telah bisa dibajak. Karenanya, Nintendo saat ini merekomendasikan semua pengguna untuk mengaktifkan otentikasi dua faktor--hal yang seharusnya digunakan untuk semua akun online.

Saat ini, Nintendo menyatakan sedang menyetel ulang kata sandi untuk akun-akun yang telah dibobol itu. Perusahaan juga menonaktifkan kemampuan untuk masuk ke akun Nintendo melalui NNID.

NNID, sistem akun yang lama ini, digunakan untuk perangkat 3DS dan Wii U. Sementara, konsol Switch terbaru Nintendo menggunakan sistem akun nintendo yang lebih baru, yang hingga hari ini dapat ditautkan ke akun yang lebih lama tersebut.

Pengguna yang terpengaruh juga akan diberi tahu melalui email. Pemberitahuan disertai peringatan jika pengguna telah menggunakan kata sandi yang sama untuk akun NNID dan Nintendo, maka, "Saldo dan kartu kredit terdaftar/PayPal dapat digunakan secara ilegal di My Nintendo Store atau Nintendo eShop."

Sebelumnya, terdapat laporan pada awal pekan ini yang menyebutkan bahwa beberapa akun telah diretas untuk membeli barang-barang digital, seperti Fotnite VBucks. Nintendo meminta pengguna yang terkena dampak peretasan ini untuk menghubungi perusahaan, sehingga dapat menyelidiki riwayat dan membatalkan pembelian.






Cara Jaga Kata Sandi agar Tak Mudah Dicuri Penjahat Siber

33 hari lalu

Cara Jaga Kata Sandi agar Tak Mudah Dicuri Penjahat Siber

Menjaga kata sandi menjadi hal penting yang harus dilakukan agar tak menjadi korban kejahatan siber. Berikut tipsnya.


Data Biometrik 'Dibobol' dari Alat Bekas Pakai Militer AS di Afganistan

37 hari lalu

Data Biometrik 'Dibobol' dari Alat Bekas Pakai Militer AS di Afganistan

Data biometrik berasal dari perangkat digital bekas milik militer Amerika yang diperjualbelikan di situs ecommerce eBay.


Fitur Baru, Ini Cara Rebut Akun Instagram yang Dibajak

47 hari lalu

Fitur Baru, Ini Cara Rebut Akun Instagram yang Dibajak

Instagram mengumumkan adanya fitur baru per 15 Desember 2022 lalu untuk pelaporan dan penyelesaian masalah akses akun


Survei Cisco Tegaskan Risiko Keamanan Siber dari WFH dan WFA

3 Desember 2022

Survei Cisco Tegaskan Risiko Keamanan Siber dari WFH dan WFA

Di antara korban insiden keamanan siber, 73 persen mengatakan perusahaannya menderita kerugian setidaknya Rp 1,5 miliar. Bahkan ada yang Rp 7 miliar.


Steam Deck Akhirnya Tiba di Asia, 4 Negara Ini yang Pertama

3 Desember 2022

Steam Deck Akhirnya Tiba di Asia, 4 Negara Ini yang Pertama

Butuh sepuluh bulan berselang dari peluncuran Steam Deck untuk datang pengumuman yang sekarang ini.


Terlaris, Pokemon Scarlet dan Violet Terjual 10 Juta Unit dalam 3 Hari

25 November 2022

Terlaris, Pokemon Scarlet dan Violet Terjual 10 Juta Unit dalam 3 Hari

Pokemon Scarlet dan Pokemon Violet adalah game utama terbaru dalam seri Pokemon.


Review Game God of War Ragnarok, Peran Kratos di Kiamat Nordik

8 November 2022

Review Game God of War Ragnarok, Peran Kratos di Kiamat Nordik

God of War Ragnarokdirilis pada Rabu, 9 November 2022. Tempo memainkannya tiga pekan lebih awal dan mengkhatamkannya dalam 34 jam.


Prioritaskan Perawatan Diri, Jessica Alba Rela Bangun Lebih Pagi untuk Meditasi

21 Oktober 2022

Prioritaskan Perawatan Diri, Jessica Alba Rela Bangun Lebih Pagi untuk Meditasi

Jessica Alba menyadari bahwa waktu untuk diri sendiri itu penting bagi kesehatan fisik dan mentalnya


Bos Telegram Ungkap Kerentanan WhatsApp, Ponsel Bisa Dikontrol Peretas

9 Oktober 2022

Bos Telegram Ungkap Kerentanan WhatsApp, Ponsel Bisa Dikontrol Peretas

Pavel Durov merujuk dua masalah keamanan di WhatsApp minggu lalu yang dapat memungkinkan eksekusi kode jarak jauh pada perangkat tertentu.


Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

27 September 2022

Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

Pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat mengatakan modus peretasan yang dialami Narasi kemungkinan bukan berasal dari tautan yang diterima.