Hujan Meteor Taurid, Leonid, dan Monocerotid 'Siram' Bumi Bulan Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hujan meteor Leonid pada 17 November 2009 di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Fenomena hujan meteor Leonid ini terjadi tiap setahun sekali. Foto: masivstar.blogspot.com

    Hujan meteor Leonid pada 17 November 2009 di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Fenomena hujan meteor Leonid ini terjadi tiap setahun sekali. Foto: masivstar.blogspot.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang November 2020 akan ada tiga hujan meteor yang akan menyiram bumi. Fenomena langit itu diawali oleh hujan meteor Taurid Utara yang datang dari rasi bintang Taurus. Saat puncaknya pada 12 November, diperkirakan bakal melesat 5 meteor setiap 60 menit yang berkecepatan 29 kilometer per jam.

    Penggiat astronomi dari komunitas Langit Selatan di Bandung, Avivah Yamani, mengatakan, hujan meteor Taurid Utara telah berlangsung sejak 20 Oktober hingga diperkirakan 10 Desember nanti. Rasi Taurus terbit dari arah timur setelah matahari terbenam hingga fajar menyingsing.

    Baca juga:
    Hanya dari logam, Asteroid dari Planet Gagal Ini Ditaksir Rp 145 juta Kuadriliun

    Perpaduan hujan meteor Taurid Utara dan Selatan yang masih berlangsung di akhir Oktober dan awal November disebutnya menjadi atraksi menarik di langit. “Apalagi dengan kehadiran fireball,” ujarnya Senin, 2 November 2020.

    Kemudian, seperti dikutip dari laman Langit Selatan, hujan meteor Leonid akan berlangsung sejak 6 hingga 30 November. Malam puncaknya selama dua hari pada 17 hingga 18 November. Laju kecepatan meteornya sekitar 71 kilometer per detik. “Pengamat bisa berburu 15 meteor Leonid per jam,” kata Avivah. 

    Hujan meteor Leonid yang berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle akan tampak datang dari rasi bintang Leo di arah timur. Rasi itu baru akan terbit selewat tengah malam pada pukul 00.21 WIB. Cahaya  bulan tidak akan mengganggu pengamatan karena pada dua hari itu bulan sudah tenggelam pada pukul 20.04 WIB.

    Hujan meteor terakhir yaitu alpha-Monocerotid yang berlangsung dari 15 hingga 25 November 2020. Pada waktu puncaknya yaitu 21 November, akan melesat sedikitnya 5 meteor per jam. Muncul dari rasi bintang Canis Minor, laju kecepatan meteornya beragam.

    Baca juga:
    Begini BMKG Jelaskan Hubungan La Nina dan Ramainya Siklon Tropis

    Hujan meteor alpha-Monocerotid berasal dari puing-puing komet C/1917 F1 (Mellish) dan bisa diamati mulai pukul 21.31 WIB ketika rasi Canis Minor terbit di arah timur sampai fajar menyingsing.  Waktu terbaik untuk mengamati puncak hujan meteornya pada pukul 04.00 WIB saat titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.