Covid-19, Syarat Perjalanan Kini Hanya dengan Riwayat Vaksin Booster

Reporter

Calon penumpang melakukan tes antigen di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu, 20 April 2022. TEMPO/ Faisal Ramadhan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah ganti mewajibkan riwayat vaksin booster bagi pelaku perjalanan dalam negeri dari semula tes PCR atau antigen yang menjadi syarat perjalanan. Sebelumnya, mereka, orang dewasa, yang belum mendapatkan vaksin booster wajib jalani tes PCR sebelum keberangkatan. Sedangkan usia 6-17 tahun ada kewajiban tes PCR atau rapid test antigen.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid, Wiku Adisasmito, mengumumkan perubahan itu dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Jumat 26 Agustus 2022

"Bagi masyarakat yang masih belum memenuhi status vaksinasinya maka diperkenankan untuk menunda perjalanan domestik dan mencari sentra vaksinasi terdekat untuk dapat melakukan perjalanan domestik kembali," kata Wiku. 

Wiku menuturkan, aturan baru tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19. Di sana disebutkan bahwa masyarakat diperbolehkan melakukan perjalanan tanpa testing bila sudah booster bagi 18 tahun ke atas dan telah vaksin kedua bagi yang berusia 6-17 tahun.

Masyarakat dengan kondisi kesehatan khusus atau memiliki penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi, dikecualikan terhadap syarat itu. Caranya dengan melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Wiku menambahkan, meskipun ada peniadaan wajib testing bagi pelaku perjalanan, namun pemerintah berkomitmen melakukan surveilans aktif melalui jejaring dinas kesehatan di daerah sebagai bentuk kehati-hatian. Pemerintah ingin meningkatkan laju vaksinasi dosis lengkap.

"Pemerintah juga hendak memaksimalkan modalitas kekebalan yang sudah ada dengan peningkatan aktivitas yang aman dan terkendali," katanya.

Dokter FKUI justru dorong testing digencarkan kembali

Secara terpisah, Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prasenohadi, mendorong pemerintah justru menggencarkan kembali testing. Dia mengungkap kalau saat ini banyak orang mengaku merasakan dan mengeluhkan gejala Covid-19 seperti batuk, pilek dan demam. 

Ringannya gejala tersebut karena tingginya cakupan vaksinasi di Indonesia yang menaikkan kadar antibodi dalam tubuh dan memperkuat imun dalam menghadapi mutasi Covid-19. Tapi, Prasenohadi menyayangkan, ringannya gejala itu justru menyebabkan orang sering abai atau tak menyadari dirinya telah terinfeksi.

Keabaian tersebut kemudian memicu turunnya jumlah orang yang melakukan pemeriksaan kesehatan Covid-19 seperti pemeriksaan tes antigen ataupun PCR. Padahal, testing berperan untuk mengimbangi perkembangan mutasi virus corona Covid-19 yang dinilainya masih berbahaya--selain menunjukkan data sebenarnya tingkat infeksi yang ada.

"Keabaian meningkat sejak adanya pelonggaran kebijakan yang memperbolehkan orang bepergian dengan bebas setelah mendapatkan suntikan vaksin booster," kata dokter spesialis paru itu dalam temu wicara 'Perkembangan Gejala pada Subvarian BA.5', Jumat.

Baca juga:
Covid-19: Thailand Bersiap ke Endemi, Indonesia Masih Tren Naik


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Banjir Beras di Atas Kertas

6 jam lalu

Banjir Beras di Atas Kertas

Polemik data beras kian meruncing.


Kepulauan Cook Buka Pintu untuk Lebih Banyak TKI

8 jam lalu

Kepulauan Cook Buka Pintu untuk Lebih Banyak TKI

Kepala delegasi Kepulauan Cook mengapresiasi etos kerja tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negara Pasifik itu


Warga Beijing Borong Obat Flu dan Demam Menjelang Pelonggaran Kebijakan Covid

11 jam lalu

Warga Beijing Borong Obat Flu dan Demam Menjelang Pelonggaran Kebijakan Covid

China berencana melonggarkan kebijakan Covid. Sebelum diterapkan warga Beijing antre demi obat flu dan demam.


Cina Diproyeksi Akan Umumkan 10 Poin Aturan Covid-19 yang Dilonggarkan

1 hari lalu

Cina Diproyeksi Akan Umumkan 10 Poin Aturan Covid-19 yang Dilonggarkan

Dua sumber menyebut pada Reuters kalau Cina kemungkinan akan mengumumkan 10 poin aturan pelonggaran Covid-19 yang baru.


Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Libur Akhir Tahun

1 hari lalu

Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Libur Akhir Tahun

Perpanjangan PPKM mulai berlaku 6 Desember 2022 sampai sampai dengan 9 Januari 2023.


Peretas China APT41 Bobol Dana Bantuan Covid AS hingga Jutaan Dolar

1 hari lalu

Peretas China APT41 Bobol Dana Bantuan Covid AS hingga Jutaan Dolar

Peretas China APT41 telah mencuri dana bantuan Covid-19 dari AS senilai puluhan juta dolar sejak 2020


Marullah Matali Sebut DKI Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2023

2 hari lalu

Marullah Matali Sebut DKI Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2023

Marullah Matali menyatakan DKI melarang pesta kembang api saat perayaan malam Tahun Baru 2023.


Pesta Kembang Api Tahun Baru 2022 Dilarang, Bagaimana di Tahun Baru 2023?

2 hari lalu

Pesta Kembang Api Tahun Baru 2022 Dilarang, Bagaimana di Tahun Baru 2023?

DKI Jakarta memetakan sejumlah lokasi di Ibu Kota yang berpotensi sebagai tempat perayaan malam tahun baru. Bagaimana dengan pesta kembang api?


China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

2 hari lalu

China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

China mulai melonggarkan aturan soal Corona, namun kebijakan zero-Covid belum akan diambil.


8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

3 hari lalu

8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

Berikut daftar lokasi vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta. Melayani vaksin dosis pertama hingga dosis keempat, khsusu tenaga kesahatan.