Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sekolah-sekolah Ini Terdampak Hujan Lebat, Pengamat Pendidikan: Jaga Momen Belajar

Reporter

image-gnews
Seorang siswa berjalan menerobos banjir di Taman Narogong Indah, Bekasi, Jawa Barat, Jumat 7 Oktober 2022. Sejumlah sekolah rusak dan roboh terdampak hujan lebat di sejumlah wilayah di Indonesia.  ANTARA FOTO/Paramayuda/foc.
Seorang siswa berjalan menerobos banjir di Taman Narogong Indah, Bekasi, Jawa Barat, Jumat 7 Oktober 2022. Sejumlah sekolah rusak dan roboh terdampak hujan lebat di sejumlah wilayah di Indonesia. ANTARA FOTO/Paramayuda/foc.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah bangunan sekolah mengalami rusak berat dan bahkan roboh dampak dari hujan lebat yang melanda berbagai daerah di Indonesia sepanjang pekan lalu. Satu yang paling tragis adalah robohnya tembok pembatas di MTsN 19 Jakarta yang menewaskan tiga murid pada Kamis lalu, 6 Oktober 2022.

Sekolah lain yang terdampak adalah SDN Kramatmanik 2, Kecamatan Angsana, Pandeglang, Banten. Salah satu bangunan ruang kelas di SDN itu roboh pada Jumat. Kemudian, tembok pagar SDN 2 Patemon, Semarang, Jawa Tengah, yang sepanjang 10 meter dan tinggi sekitar 2 meter juga roboh karena tidak kuat menahan tingginya intensitas hujan. 

Baca juga: Hampir 5.000 Murid Sekolah Diliburkan karena Banjir dan Hujan Lebat di Aceh Utara

Begitu juga empat bangunan sekolah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Satu di antaranya adalah SDN Gelang 7 di Kecamatan Sumberbaru yang atap dan bangunannya ambruk pada Sabtu. Dua lainnya adalah SDN Mojomulyo 2 di Kecamatan Puger, SDN Badean 1 di Kecamatan Bangsalsari, dan SDN Jember Lor 5.

Di SDN Mojomulyo 02 Puger, halaman sekolah tergerus air sehingga mengalami erosi dan tanah longsor. Beruntung kejadian bertepatan dengan hari libur nasional sehingga tidak ada korban.

Petugas melihat kondisi kerusakan empat ruang kelas SDN Gelang 7 di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Sabtu 8 Oktober 2022. Atap sebagian sekolah itu ambruk dalam hujan lebat yang terjadi di wilayah itu. (ANTARA/HO-BPBD Jember)

Sekolah Diminta tak Sungkan Pembelajaran ala Pengungsi dan Anak Jalanan

Pengamat pendidikan dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Asep Supena, menyarankan sekolah-sekolah memikirkan beberapa alternatif pembelajaran agar musim hujan tidak menghalangi efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). “Kita kan lebih penting fokus memikirkan alternatif belajar sehingga tidak kehilangan momen untuk belajar," katanya pada Minggu 9 Oktober 2022. 

Alternatif pertama, menurut dia, mengaktifkan kembali e-learning atau belajar jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi. Kemudian jika kondisi fisik sekolah tidak mampu untuk mengadakan pembelajara tatap muka, sekolah bisa mencari tempat alternatif seperti gedung serbaguna sebagai tempat sementara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Kadang-kadang ada tempat belajar terbuka ya yang digunakan untuk para pengungsi atau anak jalanan," katanya sambil menambahkan, "Ide-ide seperti itu bisa dipakai sementara untuk mengatasi persoalan belajar.”

Asep juga menyarankan pemerintah untuk mengorientasikan beragam tempat-tempat serbaguna seperti Balai RW, lapangan hingga taman sebagai alternatif jangka panjang untuk dijadikan tempat sosial termasuk kegiatn belajar mengajar. Selain itu, penyesuaian jam belajar mengajar dinilainya juga menjadi alternatif yang cukup tepat mengingat hujan kerap terjadi pada sore.

“Materi bisa dipadatkan, sehingga waktu belajar bisa lebih pendek dan itu (materi pembelajaran yang kurang) bisa ditugaskan untuk belajar secara mandiri,” ucap dia.

Baca juga: Adu Tinggi Banjir dan Prestasi, Ini Tips dan Pengalaman dari Sekolah Unggulan SMAN 8 Jakarta 

Lebih lanjut Asep juga mengingatkan kepala sekolah dan jajarannya untuk lebih cermat mengamati kondisi bangunan dan wilayah masing-masing sebagai langkah mitigasi agar tidak ada korban akibat runtuhnya bangunan sekolah.

“Sehingga bisa melaporkan secara dini kondisi tersebut dan bisa diantisipasi oleh Dinas Pendidikan sehingga bisa diminimalkan kemungkinan bencana yang lebih berat,” tuturnya.

  


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Walhi Jateng Kritik Proyek Tanggul Laut Semarang: Justru Perparah Amblesan Tanah

6 jam lalu

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana (kanan), dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (kiri) berjalan bersama saat meninjau proyek tanggul laut (Sheet Pile) tahap II di kampung Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Senin 17 Juni 2024. Proyek tanggul laut sepanjang 3,6 kilometer untuk pengendalian banjir rob dan penataan kampung nelayan Tambaklorok yang dibangun oleh Kementerian PUPR tersebut sudah menghabiskan anggaran sebanyak Rp386 miliar dan ditargetkan akan selesai pada Agustus 2024 serta menjadi percontohan untuk daerah lain. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Walhi Jateng Kritik Proyek Tanggul Laut Semarang: Justru Perparah Amblesan Tanah

Walhi menyatakan pemerintah harus mempertimbangkan daya tahan tanggul terhadap potensi amblesan tanah di Semarang bagian utara itu.


Cerita Warga Kampung Nelayan Tambak Lorok Habiskan Puluhan Juta Rupiah demi Selamatkan Rumah dari Rob

2 hari lalu

Kondisi jalan di RW 16  Kampung Nelayan Tambak Lorok, Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 18 Juni 2024. Menurut penuturan warga, air masih rutin menggenang di jalanan kampung karena tanggul laut tahap I yang sudah dibangun masih rembes. Warga berharap tanggul laut Semarang tahap II yang kini masih proses pembangunan bisa lebih baik dan berhasil menahan rob masuk perkampungan. TEMPO/Riri Rahayu.
Cerita Warga Kampung Nelayan Tambak Lorok Habiskan Puluhan Juta Rupiah demi Selamatkan Rumah dari Rob

Sebelum ada tanggul tahap II yang dibangun di sisi timur, rob bisa setinggi satu meter.


Banjir Rusak Seribu Rumah di Nias Barat, BMKG Sumut Catat Curah Hujan Masih Tinggi

2 hari lalu

Salah satu rumah warga di Nias Barat, Sumatera Utara, yang direndam banjir, Minggu, 16 Juni 2024. Foto: BNPB
Banjir Rusak Seribu Rumah di Nias Barat, BMKG Sumut Catat Curah Hujan Masih Tinggi

Banjir dan longsor dipicu curah hujan tinggimengakibatkan debit air meningkat melebihi daya tampung sungai Moro'o, di Nias Barat, Sumatera Utara


Basuki Hadimuljono Beberkan Jurus Pemerintah Atasi Rob Semarang

3 hari lalu

Presiden Jokowi (ketiga kiri) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana (kedua kanan), dan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi (kiri) melaksanakan Salat Idul Adha 1445 di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 17 Juni 2024. Pelaksanaan salat Idul Adha 1445 Hijriah di kawasan Simpang Lima kota tersebut sesuai penetapan pemerintah yakni pada 17 Juni 2024. ANTARA/Makna Zaezar
Basuki Hadimuljono Beberkan Jurus Pemerintah Atasi Rob Semarang

Basuki Hadimuljono menuturkan proyek tanggul laut Semarang nantinya bakal menjadi percontohan untuk daerah pantai utara atau Pantura lainnya.


BMKG Pantau 2 Sirkulasi Siklonik di Sekitaran Papua, Waspada Hujan Lebat

3 hari lalu

Ilustrasi--Pengguna memeriksa informasi cuaca di situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG. (ANTARA/Zubi Mahrofi/uyu)a
BMKG Pantau 2 Sirkulasi Siklonik di Sekitaran Papua, Waspada Hujan Lebat

BMKG memantau seluruhnya ada tiga sirkulasi siklonik yang akan mempengaruhi cuaca di wilayah Indonesia pada hari ini, Senin 17 Juni 2024.


Prediksi Cuaca Sepekan di Jawa Barat, Potensi Hujan Lebat Empat Hari

4 hari lalu

Ilustrasi hujan petir. sciencedaily.com
Prediksi Cuaca Sepekan di Jawa Barat, Potensi Hujan Lebat Empat Hari

Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal.


Yunani Tutup Semua Situs Wisata di Athena karena Gelombang Panas

6 hari lalu

Acropolis dan Parthenon terlihat diterangi dengan sistem pencahayaan baru di Athena, Yunani, 30 September 2020. Sistem pencahayaan baru di Acropolis dan Parthenon tersebut, yang menggunakan perlengkapan pencahayaan LED berdaya rendah, diluncurkan pada 30 September. Xinhua/Marios Lolos
Yunani Tutup Semua Situs Wisata di Athena karena Gelombang Panas

Situs-situs arkeologi terkenal di Yunani seperti Acropolis, Agora Kuno dan Pemakaman Kerameikos akan ditutup sementara karena gelombang panas.


BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Empat Provinsi hingga 20 Juni 2024

6 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Empat Provinsi hingga 20 Juni 2024

BMKG peringatkan potensi banjir di Sumatera Selatan, Maluku, Papua Tengah dan Papua Barat Daya hingga 20 Juni mendatang.


Top 3 Tekno: Nokia dan Panggilan Suara Imersif, Xiaomi dan Update Android 15

7 hari lalu

CEO Nokia Pekka Lundmark. Wikipedia
Top 3 Tekno: Nokia dan Panggilan Suara Imersif, Xiaomi dan Update Android 15

CEO Nokia Pekka Lundmark mengeklaim telah berhasil melakukan panggilan telepon menggunakan teknologi baru yang disebut "audio dan video imersif".


Banjir dan Longsor Melanda Lima Kecamatan di Kabupaten Kerinci Jambi

8 hari lalu

Kondisi wilayah terdampak banjir di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.  (Sumber: BPBD Kabupaten Kerinci)
Banjir dan Longsor Melanda Lima Kecamatan di Kabupaten Kerinci Jambi

BNPB melaporkan sebanyak 300 kepala keluarga dan 300 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 10-80 sentimeter.