Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Three Pasang BTS Ramah Lingkungan

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, Jakarta: Operator GSM, Three, mulai memasang perangkat ramah lingkungan pada jaringannya. Diawali dengan perangkat generator set (genset) alias pembangkit listrik untuk Base Transceiver System (BTS) yang beroperasi dengan bahan bakar hidrogen.

Chief technology officer Hutchinson CP Pelecom Indonesia, Benoit Hanssen, mengatakan saat ini sudah ada 10 BTS yang didukung dengan sel bahan bakar hidrogen. "Sampai akhir tahun ini target jangka menengah kami adalah mengurangi penggunaan genset di BTS sampai 50 persen dan menggantinya dengan hidrogen," ujar Benoit di kantornya di kawasan Menara Mulia, Jakarta, pada hari ini.

Genset biasa digunakan jika aliran listrik dari PLN mati. Selain genset BTS juga didukung dengan baterai sebagai cadangan listrik yang bertahan selama satu atau dua jam.

Persoalannya, menurut Benoit, genset berbahan bakar fosil menghasilkan polusi. Selain polusi suara, genset juga menghasilkan gas beracun karbondioksida (CO2).

Benoit menjelaskan sel bahan bakar hidrogen menggunakan hidrogen tabung sebagai bahan bakar. Proses kimia akan menangkap oksigen dari udara dan menggabungkannya sehingga tercipta air untuk menghasilkan listrik. "Limbahnya air murni seperti yang anda beli di apotik-apotik. Anda bisa langsung meminumnya karena itu air bersih," ujar Benoit. Selain itu, bahan bakar sel hidrogen tak berisik.

Dalam jangka panjang sistem ini juga sangat efisien dalam mengurangi biaya operasional dan modal yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Pasalnya, tidak seperti genset yang harus dikunjungi setiap dua minggu atau sebulan sekali, hidrogen tidak membutuhkan perawatan yang rumit.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Biaya perawatannya 10 kali lebih rendah dibanding biaya perawatan genset, meski harga mesinnya masih lebih mahal. Tetapi dalam jangka panjang tetap lebih efisien apalagi harga teknologi nanti akan semakin turun," ujar Benoit.

Bahkan, imbuhnya, perusahaan sudah bisa mencapai BEP atau break even poin dalam jangka waktu tiga atau empat tahun dengan mesin ini.

Selain sel bahan bakar hidrogen, Three juga sedang mengembangkan alternatif pengganti energi listrik lainnya yaitu sel matahari. Hanya saja jika hidrogen digunakan untuk back-up listrik, sel matahari akan digunakan di daerah yang sama sekali tidak didukung listrik.

KARTIKA CANDRA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kepala BNPB: Indonesia Harus Punya Sistem IT Bencana

9 Mei 2017

Kepala BNPB Willem Rampangilei memberikan sambutan pada Asian Committe on Disaster Management di Hotel Gumaya, Semarang, 26 April 2016. Perhelatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat dan meningkatkan penanggulangan bencana di dunia, khususnya di kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Budi Purwanto
Kepala BNPB: Indonesia Harus Punya Sistem IT Bencana

Kepala BNPB Willem Rampangile menyatakan Indonesia perlu investasi pengembangan teknologi informasi kebencanaan.


Google Investasi Kabel Bawah Laut Singapura-Jakarta-Australia

6 April 2017

Google mengumumkan investasi kabel bawah laut Singapura-Jakarta-Australia. Kredit: Techcrunch
Google Investasi Kabel Bawah Laut Singapura-Jakarta-Australia

Google mengumumkan investasi kabel bawah laut yang menghubungkan Singapura ke Perth dan Sydney di Australia dengan cabang Jakarta.


Oleh-oleh Rombongan Wali Kota Risma-ITS dari San Fransisco

19 Februari 2017

Ilustrasi Facebook dan Twitter/ media sosial. REUTERS/Dado Ruvic
Oleh-oleh Rombongan Wali Kota Risma-ITS dari San Fransisco

Sepulang dari Amerika Serikat, ITS akan menindaklanjutinya dengan melakukan kerja sama kongkrit.


Silicon Valley Bersiap Pindahkan Pekerja ke Kanada

1 Februari 2017

Kota Vancouver di Kanada. Foto: commons.wikimedia.org
Silicon Valley Bersiap Pindahkan Pekerja ke Kanada

Pengusaha Silicon Valley memfasilitasi perusahaan AS membuat
anak perusahaan dan memindahkan karyawan ke Vancouver, Kanada.


Hybrid Cloud Lebih Diminati Perusahaan Indonesia, Kenapa?

18 Januari 2017

Komputasi Awan.
Hybrid Cloud Lebih Diminati Perusahaan Indonesia, Kenapa?

Pemimpin IT lebih pilih komputasi hybrid untuk perusahaannya bertransformasi digital


Pemimpin TI di Indonesia Prioritaskan Hybrid Cloud

18 Januari 2017

Seorang staff menunjukkan cara kerja piranti lunak cloud computing untuk mengoperasikan penerbangan, di booth Microsoft pada persiapan Pameran Komputer CeBit di Hanover, Jerman, Senin (5/3). REUTERS/Fabrizio Bensch
Pemimpin TI di Indonesia Prioritaskan Hybrid Cloud

Permintaan akan pendekatan hybrid yang lebih terintegrasi semakin
menguat.


Buka Kantor Baru, Google Investasi Rp 17 Triliun di Inggris

16 November 2016

Sundar Pichai. REUTERS
Buka Kantor Baru, Google Investasi Rp 17 Triliun di Inggris

CEO Google Sundar Pichai mengatakan Inggris adalah salah satu pasar terbesar Google.


NTT Communications Luncurkan Jaringan Kabel Optik Bawah Laut

31 Oktober 2016

Foto: worldisround.com
NTT Communications Luncurkan Jaringan Kabel Optik Bawah Laut

NTT Communications Corporation (NTT Com), anak perusahaan solusi TIK dan komunikasi internasional NTT (NYSE:NTT) Group, meluncurkan APG.


Canggih, Sistem Cloud Kini Sudah Ada dalam Jaket

23 Agustus 2016

ilustrasi. technorati.com
Canggih, Sistem Cloud Kini Sudah Ada dalam Jaket

Sistem ini memudahkan pengoperasian perangkat pintar dalam kondisi sulit, seperti bencana atau perang.


Kabel Jepang-AS Kapasitas 60 Terabit Per Detik Beroperasi

30 Juni 2016

Pemasangan kabel 9.000 km menghubungkan Jepang-AS. cnet.com
Kabel Jepang-AS Kapasitas 60 Terabit Per Detik Beroperasi

Kabel bawah laut Jepang-AS memiliki koneksi 10 juta kali lebih cepat dari kabel standar saat ini.