Astronom Temukan Komet Pertama dari Luar Tata Surya

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komet C/2017 K2 (PANSTARRS). (youtube.com)

    Komet C/2017 K2 (PANSTARRS). (youtube.com)

    TEMPO.CO, San Francisco - Para astronom menemukan sebuah komet antarbintang setelah melakukan pengamatan menggunakan teleskop PanSTARRS 1 di gunung berapi Haleakala. Komet yang ditemukan minggu lalu tersebut dipercayai sebagai komet pertama yang terdeteksi namun tidak mengorbit matahari.

    Baca: Fenomena Langit Bulan Juni: 4 Komet Ini Sedang Bersinar

    Komet yang dinamai C/2017 U1 muncul dari arah Konstalasi Lyra. Hasil pengamatan awal mengindikasikan komet tersebut memiliki kelengkungan yang lebih besar dari komet lainnya, mengingat komet tersebut berada di lintasan antarbintang.

    Para astronom telah melacak komet sejak waktu yang lama, namun tidak ada satu pun komet yang mereka amati berasal dari luar sistem tata surya, baik Kuiper Belt ataupun Oort Cloud, tetangga terdekat tata surya.

    Comet C/2017 U1 masuk hampir tegak lurus dengan bidang orbit tata surya dengan jarak 24 juta kilometer dari bumi, atau setara dengan setengah jarak bumi ke mars. Arah orbit yang menyimpang inilah yang menyebabkan para astronom percaya komet tersebut berasal dari sistem lain di luar tata surya.

    Komet ini pertama kali ditemukan pada 18 Oktober lalu. Setelah melakukan pengamatan selama enam hari, ditemukan sebuah bintang yang diduga menjadi asal dari komet tersebut. Namun hingga saat ini perlu dilakukan sebuah pengamatan lebih lanjut untuk memastikannya.

    “Pengamatan lebih lanjut terhadap objek ini sangat diharapkan,” tulis tim peneliti dalam webiste resmi mereka. “Kecuali terdapat masalah serius dengan pengukuran letak dan jaraknya, orbit hiperbolik yang sangat kuat adalah satu-satunya jawaban. Jika observasi lebih lanjut menunjukkan tanda–tanda tidak biasa dari orbit tersebut, komet ini mungkin menjadi kasus komet antarbintang yang sudah jelas untuk pertama kalinya.”

    Pada umumnya, panas matahari akan memusnahkan sebuah komet yang mendekatinya. Namun menurut Sky & Teloscope, C/2017 U1 mampu melewati matahari karena bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, yaitu sekitar 26 kilometer per detik. Dengan kecepatan tersebut komet dapat menempuh perjalanan 150 tahun cahaya selama 10 juta tahun meluncur melewati ruang hampa.

    Baca: Pertama Kali Ditemukan, Komet Tak Berekor

    Bill Gray, seorang ahli dinamika, memperkirakan komet tersebut berdiameter sekitar 160 meter. Perkiraan tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan tingkat kecerahan komet yang mampu terlihat.

    POPULAR MECHANICS l KISTIN SEPTIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.